Ngaba Tata
Sebenarnya sudah lama saya mendengar kata “Ngaba Tata”, sebuah kawasan air terjun di Kecamatan Aesesa Sealatan, Kabupaten Nagekeo. Sejak tahun 2008 menetap di Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo, banyak saya mendengar cerita dari berbagai sumber bahwa air terjun Ngaba Tata sangat indah. Sayangnya, cerita yang lebih terperinci tidak saya dapatkan dari Dinas Pariwisata Nagekeo. Memang, dari beberapa sumber mengatakan, untuk mencapai kawasan air terjun ini sangat sulit, terhadang jurang yang cukup terjal. Belum lagi jalan masuk ke kawasan itu melalui hutan dan semak belukar. Mungkin persoalan topografi inilah yang membuat Ngaba Tata belum terekam secara visual maupun gambar di Destinasi Wisata Nagekeo.
Bagi saya, semua cerita dari berbagai versi mengenai keberadaan Ngaba Tata sudah dapat dijadikan modal trekking akhir pekan. Hingga suatu siang di hari Jumad , (8/9/2011), saya mengajak dua orang sahabat, Didimoezh Ozora dan Maxi Sile untuk mencoba menelusuri keberadaan Ngaba Tata. Tempat pertama yang kami tuju adalah Boanio, sebuah desa sekitar 22 km dari kota Mbay menuju Aegela-Ende. Selanjutnya, dari Boanio dengan menggunakan dua buah motor, kami menuju ke Kampung Jawa Tiwa, di Desa Rendu Butowe. Jarak dari Boanio sampai ke Jawa Tiwa sekitar 12 km. Walaupun jalannya hanya berupa susunan batu-batu kali dengan aspal yang berlubang-lubang, setiap harinya selalu dilalui oleh kendaraan roda empat. Sebanarnya ada jalan lain melalui Raja untuk mencapai Jawa Tiwa. Jalannyapun lebih bagus di bandingkan melalui Boanio. Namun, bagi kami yang berangkat dari Mbay, jalan melalui Boanio lebih dekat. Tidak sampai satu jam, kami sudah memasuki Kampung Jawa Tiwa.
kawasan air terjun Ngabatata
Beruntung kami bertemu dengan salah satu penduduk yang baik hati, yang siap mengantar kami ke kawasan air terjun Ngaba Tata. Perjalanan kembali kami lanjutkan dengan berjalan kaki melalui belakang rumah Kepala Desa. Sekitar 500 meter kedepan kami telah sampai di bibir jurang. Dari tempat ini kita dapat melihat kawasan air terjun Ngaba Tata dibalik jurang yang terjal. Kami pun kembali berjalan menuruni lereng jurang. Jalannya cukup sulit, kami harus berhati-hati melangkah di atas batu-batu. Sedikit kesalahan yang kami buat, maut bisa menjemput. Beruntung masih ada akar-akar pohon dan ranting kayu sebagai pegangan. Kemiringan jurang yang dilalui sekitar 70 derajat. Ada beberapa tempat yang membuat kami harus bergelantungan bak “Tarzan” di akar-akar pohon. Hampir satu jam baru kami dapat mencapai air terjun Ngaba Tata. Kalau di hitung-hitung ada sekitar 500 meter dari bibir jurang untuk bisa sampai ke tempat itu.
kolam air terjun Ngaba Tata
Perasaan lelah seketika hilang dilebur oleh sejuknya air terjun Ngabatata. Ketinggian air terjun ini bisa mencapai 40 meter lebih. Dasarnya membentuk sebuah kolam dengan ukuran sekitar 20 meter persegi. Menurut masyarakat setempat, batu-batu besar di sekitarnya adalah reruntuhan akibat reaksi gempa yang melanda kawasan Maumere pada tanggal 12 Desember 1992 silam. Sebelumnya, ada sebuah batu besar di puncak air terjun berbentuk bulat panjang seperti atap . Cerita mengenai batu inilah yang membentuk nama Ngaba Tata. Dalam bahasa setempat, Ngaba adalah jurang atau tebing, sedangkan Tata memiliki arti atap yang di puncak.
air terjun ketinggian sekitar 40 meter
Air yang mengalir sepanjang Ngaba Tata berasal dari mata air Lambo. Selanjutnya, ujung kali ini akan bertemu dengan kali Aesesa di kawasan Aemali. Debet air bisa naik tiga kali lipat pada saat musim hujan, hal ini bisa terlihat dari balutan lumut dan bekas air di bebatuan.
aliran air terjun Ngaba Tata
Bagi anda yang hoby trekking dan menyukai keindahan alam, Ngaba Tata adalah tawaran wisata yang murah meriah. Belum lagi jika kita trekking sepanjang kali Ngaba Tata sampai di pertemuan kali Aesesa, ada sebuah air terjun kecil dan gua kelelawar yang akan kita jumpai. Menurut warga setempat, tidak ada hal-hal berbau mitos atau “ Pemali” di kawasan air terjun ini. Namun, cukuplah kita untuk selalu mengingatkan tidak meninggalkan sampah bawaan kita di lokasi ini. Mari kita selamatkan dan menjaga keindahan alam kita, karena Nagekeo itu indah